Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikan Glodok: Ikan Amfibi yang Unik

IKANMAGZ - Ikan glodok adalah ikan air payau yang unik karena bisa bertahan hidup di daratan dalam durasi waktu yang lama sehingga disebut sebagai  ikan amfibi, yakni ikan yang bisa hidup di dua alam yaitu daratan dan lautan. Ikan glodok suka melompat-lompat ke daratan terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Ikan glodok mempunyai banyak sebutan seperti: timpakul, tempakul, gelodok, belodok, belodog, atau blodog, atau belacak (bahasa Melayu), gabus laut, ikan boso, lunjat, dan mudskipper (bahasa Inggris) disebut mudskipper karena ikan ini mempunyai kebiasaan melompat-lompat di lumpur.
Ikan Glodok
via wikipedia.org

Klasifikasi ikan glodok

Ikan glodok atau ikan tembakul merupakan spesies ikan yang berasal dari beberapa marga dan termasuk dalam subfamili Oxudercinae serta masuk dalam famili Gobidae (gobi). Untuk lebih jelasnya berikut adalah klasifikasi/taksonomi ikan glodok.

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoPerciformes
FamiliGobiidae
SubfamiliOxudercinae
GenusApocryptes
Apocryptodon
Boleophthalmus
Oxuderces
Parapocryptes
Periophthalmodon
Periophthalmus
Pseudapocryptes
Scartelaos
Zappa (genus)
SpesiesPseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis, Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus barbarus, Periophthalmus argentilineatus dan Periophthalmodon schlosseri.
Dll.

Morfologi Ikan Glodok

Ikan glodok memiliki penampilan yang khas yaitu matanya menonjol di atas kepala seperti mata kodok, wajahnya dempak, dan mempunyai sirip-sirip punggung yang terkembang. Badannya bulat lonjong sedangkan sirip ekornya membulat. Panjang tubuhnya beragam mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati 30 cm.

Bioekologi Ikan Glodok

Ikan ini memiliki keahlian dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama di daratan, dapat memanjat akar-akar pohon bakau, bisa melompat jauh, dan bisa berjalan di atas lumpur. Pangkal sirip dadanya memiliki otot yang kuat, sehingga dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap, merangkak dan melompat.

Kemampuan bertahan di daratan pada ikan ini juga didukung oleh kemampuan bernapas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulut dan kerongkongannya, yang hanya bisa dilakukan dalam keadaan lembap. Maka dari itu, ikan glodok setiap beberapa saat perlu menceburkan diri ke air untuk membasahi tubuhnya. Selain itu, ikan glodok juga menyimpan sejumlah air di rongga insangnya yang membesar, yang memungkinkan insang untuk selalu terendam dan berfungsi selagi ikan itu berjalan-jalan di daratan. Ikan ini termasuk ikan yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang "memprihatinkan" sekalipun.


Karena ikan glodok hidup di daerah pasang surut, ikan glodok biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, ikan glodok biasanya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan predator yang berdatangan.

Makanan ikan glodok adalah hewan-hewan seperti:  ketam binatu (Uca spp.), udang, ikan, kerang, cumi-cumi, sampai ke semut ngangrang dan lalat. Ikan glodok juga diduga memakan sedikit tumbuhan.

Ketika menjelajah daratan, ikan glodok juga sering menyerang dan mengusir ikan glodok lainnya, untuk mempertahankan daerah kekuasaannya.

Ikan glodok cukup aktif saat keluar dari air, makan dan berinteraksi satu sama lain, misalnya untuk mempertahankan wilayah dan calon pasangan mereka. Mereka ditemukan di daerah tropis, subtropis, dan beriklim sedang, termasuk pantai Indo-Pasifik dan Atlantik di Afrika.

Adaptasi Iklan Glodok

Ikan glodok berbeda dengan keluarga mereka yaitu para gobies dalam banyak hal. Ikan gobi hidup hanya di laut, tapi ikan glodok dapat hidup di daratan maupun di air. Mereka telah membuat banyak adaptasi untuk tinggal di darat. Yaitu:

Adaptasi anatomis (tubuh) dan perilaku membiarkan mereka bergerak lebih baik di darat dan air. Ikan ini menggunakan siripnya untuk bergerak saat melompat sehingga mereka disebut "mudskipper". Ikan glodok juga bisa membalik tubuh mereka yang kuat untuk melompat hingga 2 kaki (60 cm) ke udara.

Ikan glodok bisa bernapas melalui kulit dan lapisan mulut (mukosa) dan tenggorokan (faring). Mereka hanya bisa melakukan ini saat mereka basah. Artinya ikan glodok hanya bisa tinggal di tempat yang lembab.

Cara bernapasnya ini mirip dengan cara amfibi bernafas. Adaptasi penting lainnya yang membantu bernapas saat berada di luar air adalah ruang insang yang membesar. Mereka menyimpan gelembung udara di sana. Ruang insang besar ini rapat saat ikan berada di atas air. Hal ini membuat insang lembab dan memungkinkan mereka berfungsi. Ruang insang ini berfungsi seperti tabung oksigen pada para penyelam. Ruang insang tersebut memberi oksigen untuk bernafas saat berada di darat.
Ikan glodok menggali liang dalam sedimen lunak, atau dasar laut atau danau. Mereka juga dapat menghindari predator laut saat air pasangserta saat ikan dan terendam air. Ikan glodok juga bertelur di liang-liang ini. Bahkan saat liang mereka berada di bawah air, ikan glodok memiliki kantong udara di dalamnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk bernafas saat hanya ada sedikit oksigen di dalam air.


Sumber:

Posting Komentar untuk "Ikan Glodok: Ikan Amfibi yang Unik"